Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-06 13:30:33【Kabar Kuliner】787 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(148)
Sebelumnya: Warga Taiwan Berbondong
Selanjutnya: SPPG Mabes Polri di Rejang Lebong Bengkulu jamin keamanan pangan MBG
Artikel Terkait
- Kronologi dan rangkuman fakta ledakan di SMA 72 Jakarta
- Berikut 6 tanaman herbal untuk jaga daya tahan tubuh
- KBRI Beijing sambut 700 mahasiswa baru RI: "Kalian jembatan RI
- 36 SPPG MBG di daerah 3T Lampung segera dibangun
- Pegawai Federal AS antre bantuan makanan saat shutdown
- Tips mengurangi akrilamida di makanan sehari
- Sepak bola harus jadi kesenangan saat usia 9–14 tahun
- BBPOM Makassar gagalkan peredaran ribuan kosmetik TIE di Sidrap
- HMI: MBG bisa hadirkan generasi sehat dan berdaulat
- Pemkab Kediri berikan SLHS ke SPPG
Resep Populer
Rekomendasi

Komdigi hadirkan Garuda Spark Medan untuk pengembangan talenta digital

Ini 11 penyakit yang dinyangakan ngak lolos syarat kesehatan jamaah haji

BGN perkuat kapasitas penjamah pangan tingkatkan kualitas MBG

BGN targetkan "zero" kasus dalam Program MBG dengan sejumlah inovasi

Dinkes: Waspada paparan mikroplastik dari air hujan

Nikita hadiri sidang putusan terkait pemerasan dan TPPU di PN Jaksel

Tingkatkan kualitas MBG, 300 peserta ikuti Pelatihan Penjamah Makanan

DPR RI sebut butuh kebersamaan sukseskan Program MBG